Pengertian, Gejala Dan Penyebab Akromegali dan Cara Menghindarinya

Loading...
Loading...
Definisi Akromegali- Akromegali  merupakan jenis gangguan hormonal yang terjadi ketika kelenjar pituitary (hipofisis) memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan pada masa dewasa. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi bertambah besar sehingga tentu menyebabkan tangan, kaki, dan wajah juga menjadi bertambah besar. Gangguan ini biasanya mempengaruhi orang dewasa setengah baya.

Akromegali merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena kelebihan yang sangat extreme dalam produksi hormon pertumbuhan hipofisis, sesudah masa remaja. Gangguan ini adalah penyakit yang bisa menyebabkan kejadian kardiovaskular yang cukup serius.

Pengertian, Gejala Dan Penyebab Akromegali dan Cara Menghindarinya

Setelah kita mengenali apa itu Pengertian Akromegali dalam askep akromegali? maka kita kenali juga apa saja gejala Akromegali dan penyebabnya.

Pengertian, Gejala Dan Penyebab Akromegali dan Cara Menghindarinya

Gejala Akromegali

Pada umumnya Akromegali terjadi setelah usia 17 tahun. Tubuh masih saja tumbuh di usia tersebut, ketika pertumbuhan tulang seharusnya sdah berhenti. Epiphysis atau akhir artikular tulang panjang menyatu dengan yang lain. Untuk wanita, biasanya penyakit ini dapat terjadi pada masa menarche /menstruasi pertama kali, yakni sekitar usia 12 tahun. Pertumbuhan dari longitudinal berhenti atau berkurang dan kemudian pertumbuhan melintang barulah dimulai. Pada manusia, penutupan dari epiphysis terjadi pada usia 18 tahun.
Penutupan dari epiphysis yang demikian merupakan bukti bahwa pertumbuhan somatik telah berhenti. Apabila masih berlanjut seperti pada tangan dan juga kaki yang disebabkan karena adanya kelainan kelebihan hormon maka akan timbul penyakit Akromegali.

Perlu anda ketahui bahwa produksi dari hormon pertumbuhan (somatostatin) tidak berhenti di masa pubertas, namunterus bahkan pada kehidupan dewasa. Bahkan ada pula bagian tubuh yang tidak pernah berhenti tumbuh seperti halnya hidung, telinga, kuku dan rambut.

Jika terjadi pada anak-anak, hormon pertumbuhan yang terlalu banyak akan dapat menyebabkan kondisi yang disebut dengan gigantisme. Anak-anak yang mengalami pertumbuhan tulang yang berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan tinggi yang abnormal.

Penyebab Akromegali

Akromegali disebabkan oleh sebagai berikut ini :

1. Hormon pertumbuhan atau yang biasa disebut dengan growth hormon (GH) bertanggung jawab dalam mengontrol pertumbuhan tulang dan juga jaringan lunak. Peningkatan dari hormon pertumbuhan bisa menyebabkan pertumbuhan yang berlebih dari tulang dan juga jaringan lunak.

2. kelenjar pituitary adalah kelenjar kecil yang ada padai dasar otak. Kelenjar ini lah yang memproduksi banyak hormon, termasuk juga hormon pertumbuhan.

3. Dalam bebrapa kasus, peningkatan dari hormon pertumbuhan bisa disebabkan karena tumor jinak di kelenjar pituitari.

4. Pada sejumlah kecil kasus lainnya, tumor ganas yang terdapat pada organ tubuh lainnya seperti halnya pada pankreas, adrenal dan juga paru-paru, bisa menjadi penyebab dari meningkatnya hormon pertumbuhan.

Faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengembangkan akromegali adalah sebgai berikut: Usia 40-45 tahun, dan genetik (jarang).

Sedangkan untuk gejala Akromegali, umumnya berkembang secara perlahan seiring dengan berjalannya waktu, yakni sebagai berikut:

1. Pada anak-anak, tulang menjadi memanjang dan kemudian menyebabkan pembengkakan pada jaringan lunak. Apabila tidak diobati, maka anak-anak bisa tumbuh sampai ketinggian 2-2,5 meter.

2. Gejala dan juga komplikasi pada orang dewasa dapat berupa:
a. Pertumbuhan abnormal dan cacat pada: tangan (cincin tidak lagi muat), kaki (butuh sepatu yang lebih besar), wajah (alis dan rahang bawah menonjol), rahang (gigi tidak berbaris dengan benar ketika menutup mulut), bibir, dan lidah.
b. Akan timbul Carpal tunnel syndrome, yakni peningkatan dari tekanan saraf pada pergelangan tangan.
c. Perubahan pada kulit, seperti: kulit menjadi menebal, berminyak, dan terkadang berwarna gelap, jerawat yang parah.
d. Keringat yang berlebih dan aroma badan yang menjdi tidak sedap karena membesarnya kelenjar keringat.
e. Suara terdengar menjadi lebih dalam sebab pembesaran sinus, pita suara dan juga jaringan lunak tenggorokan.
f. Lemah pada bagian kaki dan lengan.
g. Sleep apnea (gangguan bernapas ketika tidur).
h. Arthritis dan juga masalah lain pada sendi, terutama rahang.
i. Hypothyroidism, yakni kekurangan hormon tiroid
j. Hati, limpa, ginjal, jantung dan/atau organ internal lainnya memiliki ukuran yang besar tidak normal, yang bisa menyebabkan: diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular.
h. Sedangkan gejala kusus pada wanita adalah: siklus haid yang tidak teratu dan galaktorea (produksi asi abnormal) terjadi pada sekitar 50 persen kasus.
i. Gejala kusus pada pria adalah: impotensi yang terjadi pada sekitar 50 persen kasus. Baca juga: Manfaat, Harga Obat Norit di Apotik untuk Sakit Perut dan Diare.

Cara Menghindari dan Pengobatan Akromegali


Ketika memeriksakan Akromegali, dokter akan menanyakan mengenai gejala dan juga riwayat medis. Pemeriksaan fisik juga kemudian akan dilakukan. Akromegali sangat sering tidak terdiagnosis hingga gejalanya muncul. Pemeriksaan darah juga akan dilakukan untuk mengukur tingkat dari: Growth hormone releasing hormone (GHRH), Insulin-like growth factor (IGF-I) dan hormon hipofisis lainnya.
Tes dari toleransi glukosa juga mungkin akan dilakukan untuk mengetahui apakah hormon pertumbuhan menurun (tidak menurun untuk kasus akromegali). Apabila pemeriksaan-pemeriksaan tersebut menguatkan dugaan akan terjadinya akromegali, pemeriksaan berikut ini bisa dilakukan untuk menemukan tumor yang menyebabkan terjadinya meningkatnya hormon pertumbuhan: CT Scan kepala dan MRI Scan.

Cara Menghindari Akromegali

Pengobatan Akromegali memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah untuk:
1. Menurunkan produksi dari hormon pertumbuhan ke tingkat yang normal.
2. Menghentikan dan juga membalikkan gejala yang disebabkan karena kelebihan dari hormon pertumbuhan.
3. Mengkoreksi jenis kelainan hormon endokrin yang lainnya (adrenal, organ seks, tiroid,).
4. Memperkecil ukuran dari tumor.

Pengobatan Penyakit Akromegali
Perawatannya yang dapat dilakukan untuk Akromegali berupa:

1. Operasi
Tumor yang diyakini sebagai penyebab dari akromegali bisa diangkat. Dalam banyak kasus, operasi merupakan pilihan pengobatan yang terbaik. Pengobatan dengan menggunakan obat lebih populer sebagai sebuah pendekatan pengobatan primer.
2. Radioterapi
Radiasi eksternal bisa diterapkan dalam mengecilkan tumor. Hal tersebut biasanya dilakukan saat operasi sudah tidak memungkinkan lagi atau saat pengobatan dengan obat tidak bisa menunjukkan respon yang positif.
3. Obat-obatan
Obat yang bisa diberikan dalam penurunan tingkat hormon pertumbuhan, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Pergolide (Permax) - diberikan secara oral.
b. Cabergoline (Dostinex), diberikan secara oral.
c. Bromocriptine (Parlodel) – biasanya diberikan pra operasi untuk mengecilkan tumor.
d. Octreotide (Sandostatin) - melalui injeksi
e. Pegvisomant - melalui injeksi apabila bentuk lain perawatan tidak memberikan respon yang positif.

Pengobatan Penyakit Akromegali Dengan Merubah Gaya Hidup

Selain hal tersebut diatas, anda juga bisa melakukan pengobatan Akromegali di rumah. Berikut ini adalah beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu Anda dalam mengatasi akromegali:

1. Lakukanlah instruksi dokter dengan baik serta bekerja samalah untuk proses terapi. Anda harus langsung menghubungi dokter apabila anda mengalami efek samping obat seperti rasa melayang, mual, pusing, dan jangan semena-mena berhenti dalam konsumsi obat

2. Kontrol harus dilakukan secara teratur berdasarkan anjuran dari dokter. Dokter akan memeriksa kadar gula darah, tekanan darah, dan juga kesehatan jantung anda untuk mengetahui akan adanya komplikasi penyakit

3. Gejala tidak akan bisa menghilang dengan cepat. Terapi memerlukan waktu yang cukup lama dan juga keinginan pasien serta orang – orang yang disayanginya.

Sedangkan untuk pencegahan Akromegali, saat ini belum ditemukan tau diketahui langkah-langkah yang efektif untuk mencegah akromegali. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin akan bisa menyelamatkan penderita dari komplikasi yang lebih serius.Sekian saja dari kami www.obatapotik.com.

Artikel Terkait